Mari kita pelajari Integral Poligon.Integral poligon adalah metode pendekatan untuk menghitung luas area di bawah kurva dengan menggunakan bentuk geometris sederhana.Kita dapat memulai dengan pendekatan kasar menggunakan poligon dengan beberapa sisi.Dengan menambah jumlah sisi poligon, pendekatan kita menjadi lebih baik.Semakin banyak sisi poligon, pendekatan kita semakin akurat dan mendekati luas area sebenarnya.Mari kita bandingkan beberapa pendekatan dengan jumlah sisi yang berbeda secara berdampingan.Sebagai kesimpulan, integral poligon menggunakan bentuk geometris untuk memperkirakan luas area di bawah kurva. Semakin banyak sisi poligon, semakin akurat pendekatan. Konsep ini menjadi dasar untuk berbagai metode numerik dalam kalkulus integral.Metode persegi panjang adalah pendekatan paling sederhana untuk menghitung integral poligon.Kita menggunakan metode ini untuk mengaproksimasi luas di bawah kurva dengan membagi interval menjadi beberapa subinterval.Pertama, kita membagi interval dari a sampai b menjadi n subinterval yang sama. Dalam contoh ini kita membagi interval dari 0 sampai 4 menjadi 4 subinterval.Pada metode left-point, kita menggunakan nilai fungsi di titik kiri setiap subinterval sebagai tinggi persegi panjang.Perhatikan bahwa pada beberapa bagian, persegi panjang berada di bawah kurva, dan di bagian lain berada di atas kurva.Pada metode right-point, kita menggunakan nilai fungsi di titik kanan setiap subinterval sebagai tinggi persegi panjang.Metode mid-point menggunakan nilai fungsi di titik tengah setiap subinterval, yang sering memberikan aproksimasi yang lebih baik.Mari kita bandingkan ketiga metode tersebut. Kita akan gunakan 8 subinterval untuk mendapatkan aproksimasi yang lebih baik.Metode left-point menggunakan titik kiri setiap subinterval.Metode right-point menggunakan titik kanan setiap subinterval.Dan metode mid-point menggunakan titik tengah setiap subinterval.Jika kita bandingkan dengan nilai eksak, metode mid-point memberikan aproksimasi terbaik.Selanjutnya kita lihat bagaimana error berkurang ketika kita menambah jumlah subinterval.Perhatikan bahwa error dari semua metode cenderung berkurang ketika jumlah subinterval bertambah. Hal ini karena persegi panjang menjadi lebih kecil dan lebih baik mengikuti bentuk kurva.Metode mid-point memiliki error yang paling kecil karena menggunakan nilai di tengah interval, yang biasanya lebih dekat dengan nilai rata-rata fungsi di interval tersebut.Mari kita rangkum apa yang telah kita pelajari tentang metode persegi panjang.Metode persegi panjang membagi interval menjadi beberapa subinterval dan mengaproksimasi area dengan persegi panjang.Ada tiga variasi utama: metode left-point, right-point, dan mid-point.Metode mid-point biasanya memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan dua metode lainnya.Dan akurasi dari semua metode meningkat ketika kita menambah jumlah subinterval.Demikianlah penjelasan tentang metode persegi panjang dalam integral poligon.Mari kita pelajari metode trapesium untuk menghitung integral numerik.Metode trapesium membagi interval integrasi menjadi beberapa bagian sama.Pada metode trapesium, kita menggunakan trapesium untuk mendekati area di bawah kurva.Berbeda dengan metode persegi panjang, bagian atas trapesium mengikuti garis lurus yang menghubungkan dua titik pada kurva.Luas setiap trapesium dihitung dengan rumus setengah dikali jumlah dari basis atas dan basis bawah, dikali tinggi.Mari kita lihat satu trapesium sebagai contoh. Tinggi trapesium adalah lebar interval delta x.Basis pertama adalah nilai fungsi pada titik pertama, dan basis kedua adalah nilai fungsi pada titik kedua.Secara umum, metode trapesium untuk menghitung integral dapat dirumuskan sebagai berikut:Rumus ini bisa disederhanakan menjadi:Mari kita hitung nilai pendekatan integral menggunakan metode trapesium.Kita memiliki delta x sama dengan satu, dan kita substitusikan nilai-nilai fungsi pada tiap titik ke dalam rumus.Dengan mensubstitusikan f nol sama dengan nol, f empat sama dengan enam belas, dan seterusnya.Kita mendapatkan hasil pendekatan integral sebesar dua puluh dua.Nilai eksak integral ini adalah enam puluh empat per tiga, atau sekitar dua puluh satu koma tiga tiga.Sehingga error dari pendekatan trapesium adalah sekitar nol koma enam tujuh.Mari kita bandingkan metode trapesium dengan metode persegi panjang.Pada metode persegi panjang, kita menggunakan persegi panjang dengan tinggi sama dengan nilai fungsi pada titik awal interval.Sedangkan pada metode trapesium, bagian atas mengikuti garis lurus antara dua titik pada kurva, menghasilkan pendekatan yang lebih baik.Metode trapesium menghasilkan pendekatan yang lebih akurat karena mengikuti bentuk kurva lebih baik daripada metode persegi panjang.Akurasi metode trapesium dapat ditingkatkan dengan menambah jumlah partisi.Mari kita bandingkan error dari kedua metode untuk jumlah partisi yang berbeda.Perhatikan bahwa error metode trapesium selalu lebih kecil daripada metode persegi panjang, dan semakin banyak partisi, error semakin kecil.Untuk menyimpulkan, metode trapesium memberikan pendekatan yang lebih akurat dibandingkan metode persegi panjang karena menggunakan pendekatan linear antara titik-titik pada kurva.Demikianlah penjelasan mengenai metode trapesium untuk pendekatan integral numerik.
Explore
Discover the full suite of AI-powered study tools designed to help you learn smarter.
Create notes from your material in seconds.
Take live notes and ask questions, hands-free.
Make flashcards from your material in one click.
Create and practice quizzes from your material.
Simulate the real exam with full-length tests.
Break your material into a clear learning path.
A real-time tutor that adapts to how you learn.
Talk to your personal AI tutor in real time.
Ask about the pictures and diagrams in your notes.
Call Spark.E to discuss your study material.
Turn your materials into a podcast or summary.
Grade essays with personalized feedback and tips.
Plan study sessions and hit your academic goals.
Play community-built study games or make your own.